La Tahzan: Menjemput Impian dan Cinta di Negeri Sakura


SUMBER : CINEMA 21

La Tahzan

Viona (Atiqah Hasiholan) dan Hasan (Ario Bayu) adalah sepasang sahabat yang sama-sama memiliki impian untuk bisa pergi ke Jepang. Meskipun belum mengetahui kapan pastinya mereka bisa kesana, tapi Viona dan Hasan sudah mulai mendalami bahasa Jepang sebagai modal untuk hijrah ke negeri matahari terbit tersebut suatu saat nanti.Pada suatu ketika Hasan memutuskan untuk pergi ke Jepang terlebih dahulu tanpa memberitahu alasan yang jelas kepada Viona. Sejak saat itulah hubungan diantara keduanya kian renggang karena Hasan tidak pernah memberi kabar kepada Viona mengenai keadaannya disana.

Sampai pada akhirnya kesempatan untuk pergi ke Jepang pun ikut diraih Viona. Disana ia bertemu dengan seorang fotografer freelance bernama Yamada (Joe Taslim) yang ternyata bisa berbahasa Indonesia. Tidak lama kemudian, Viona dan Yamada akhirnya menjalin hubungan yang serius dan siap menuju ke jenjang pernikahan. Saat itulah sosok Hasan tiba-tiba muncul dan membuat Viona serta Yamada merasa galau terhadap rencana pernikahan mereka.

Seperti diketahui, La Tahzan adalah sebuah film yang terinspirasi dari kisah mahasiswa dan pekerja asal Indonesia di Jepang. Kumpulan cerita ini ditulis dalam kisah berjudul  ‘Pelajar Setengah TKI’ yang dimuat dalam buku ‘La Tahzan For Students’. Lewat film ini, penonton seakan diajak untuk melihat keindahan serta sedikit rutinitas di negara Jepang, selain kisah romantis yang ditawarkan La Tahzan. Banyak engel-engel menarik yang ditampilkan di film ini, sehingga kesan romantisnya lebih terasa ‘mendalam’.

La Tahzan

Sebelum film ini berubah judul menjadi La Tahzan yang artinya ‘jangan bersedih’, layar lebar produksi Falcon Pictures tersebut sempat memberi tajuk Orenji yang bermakna ‘bagian dalamnya belum tentu seindah luarnya’. Tapi jika ditelisik lebih dalam, kedua judul tersebut sama-sama bisa mewakili inti dari film arahan sutradara Danial Rifki ini. Hanya saja judul La Tahzan seakan lebih berkesan religi, yang dinilai sangat pas dengan jadwal rilis film ini di bulan Ramadhan. Unsur tersebut juga kian kental lantaran didukung oleh soundtrack karya mendiang ustad Jefri Al Buchori berjudul ‘Bidadari Surga’.

Dari segi cerita, film La Tahzan sangatlah mudah dipahami karena mengangkat tema sederhana tentang cinta sejati yang dipadu oleh unsur religi dari kehadiran karakter Yamada. Sentuhan komedi juga tidak lupa ditampilkan di film ini untuk memberikan kesegaran dari nuansa romantis di Jepang melalui karakter Ning (Martina) dan Yamamoto (Nobuyuki Suzuki).

Yang menarik adalah kesan gahar yang selama ini melekat dari sosok Joe Taslim, ternyata berhasil ia tutupi lewat film ini. Joe seakan membuktikan kalau dirinya bukanlah sebatas aktor laga tapi juga mampu bermain di lintas genre. Sama halnya dengan Joe, Atiqah Hasiholan dan Ario Bayu juga mampu bermain dengan begitu natural sehingga membuat kisah dari film La Tahzan ini menjadi hidup serta menyentuh hati.

Apa yang menyebabkan Hasan tiba-tiba hijrah ke Jepang dan meninggalkan Viona? Bagaimanakah kelanjutan hubungan Viona dengan Yamada pasca kehadrian Hasan? temukan jawabannya dengan menonton film La Tahzan yang tayang di Cinema 21 mulai 2 Agustus 2013.

SUMBER : CINEMA21 – MOVIE REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s