“Wedhus Gembel” Mengarah ke Magelang


Puncak Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel terlihat dari Dusun Gondang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (29/10/2010). Merapi mengeluarkan awan panas pada pukul 06.14 WIB yang diperkirakan mencapai 1,5 kilometer kearah barat. Saat keluar mulut gunung suhu awan panas bisa mencapai sekitar 1.000 – 1.100 derajat Celcius dan memiliki kecepatan luncur hingga 300 kilometer per jam.

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willem Jonata

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Muntahan awan panas dari letusan Gunung Merapi yang kembali terjadi Jumat (29/10/2010) pagi mengarah ke Magelang. Awan panas atau wedhus gembel kali ini mengarah ke barat, yakni ke Kali Boyong, Kali Krasak, Kali Putih. Petugas pemantauan kegunungapian terus berjaga-jaga dan terus melakukan pencatatan setiap aktivitas Gunung Merapi.

Aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan kembali sejak Kamis sore dengan menyemburkan awan panas ke arah selatan atau Kali Gendol. Letusan itu terjadi selama dua menit, dan awan panas yang muncul menyembur sepanjang dua hingga tiga kilometer mengarah ke Sleman.

Pada malam hari terlihat titik api sebagai tanda terbentuknya kubah lava baru. Terkait masih tingginya aktivitas Merapi, gunung tersebut masih berada dalam status Awas. Para pengungsi yang saat ini berada di luar posko-posko pengungsian diminta untuk kembali ke lokasi pengungsian.

Tak hanya itu, tim Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional yang berada di Sleman mengimbau warga agar menjauh dan tidak berada di lereng Merapi mulai radius 5 hingga 10 kilometer.

From : Kompas.com – “Wedhus Gembel” Mengarah ke Magelang

Lagi, Merapi Menyembur Lebih Dahsyat


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Untuk kesekian kalinya, Gunung Merapi memuntahkan awan panas, Jumat (29/10/2010) sekitar pukul 11.35 WIB. Semburan Merapi ini lebih panjang dengan durasi waktu lebih dari 22 menit. Luncuran awan panas itu menuju ke sebelah barat mengikuti arah angin.

Jarak luncuran tersebut mencapai radius 1,5 kilometer menuju Kali Krasak dan Kali Adem. Namun, dari Umbulharjo, luncurannya tidak kelihatan karena tertutup mendung. “Luncuran baru tidak terpantau karena tertutup awan. Tetapi dapat dilihat dari Klaten,” kata Yongki, anggota Basarnas, Jumat (29/10/2010) siang.

Pada semburan kali ini, awan panas wedhus gembel mengarah ke selatan. Dari Pos Babadan, Magelang, terpantau ada api di puncak Gunung Merapi.

Menyusul letusan itu, sejumlah petugas mengendarai ambulans dan Toyota Kijang kapsul naik ke atas untuk memberi tahu masyarakat yang masih berada di atas untuk segera meninggalkan rumahnya menuju posko pengungsian. Sejumlah anggota Brimob berseragam biru tua mengendarai sepeda motor tampak turun dari atas.

Dari pertigaan Umbulharjo, tepat di depan balai desa, petugas keamanan dari Batalion Infantri 403 Wira Sada Pratista, Kentungan, juga melarang warga yang berusaha naik ke atas.

From : Kompas.Com – Lagi, Merapi Menyembur Lebih Dahsyat

<!–/ halaman berikutnya–>