Harry Potter and the Deathly Hallows


Seri terakhir dari Harry Potter ini telah membawa fenomena tersendiri di mana buku ini begitu ditunggu oleh jutaan pembacanya di seluruh dunia. Sang penulis, J.K. Rowling akhirnya berhasil menyelesaikan buku terakhir dari Seri Harry Potter yang telah membawanya menjadi penulis terkenal dan legendaris. Seri terakhir Harry Potter ini benar-benar telah memenuhi harapan dari seluruh pembacanya. Sebuah akhir dari kisah yang dibaca dari generasi ke generasi, sebuah pengalaman yang luar biasa bahkan sangat menegangkan dibandingkan apabila kita sedang naik roller coaster.Saat Harry Potter, tanpa gurunya, bertaruh untuk segala kemungkinan menghadapi masa depannya, kita pembaca diaajak untuk turut terlibat di dalamnya. Buku terakhir ini menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana kehancuran dan kengerian yang dibawa oleh Voldemort dan pengikutnya, dunia sihir yang tengah di ambang kehancuran, teror yang mana hanya peperangan yang bisa mengakhirinya, dan juga sebuah generasi yang kemudian dengan gagah dan berani berdiri untuk menghadapi semua itu dengan keyakinan mereka masing-masing.Tapi, lebih dari semua itu, kita bisa melihat, tokoh utama buku ini, Harry Potter, dengan usianya yang sudah matang, lahir menjadi seorang pahlawan. Banyak sekali ramalan dan perkiraan serta kejadian dalam seri Harry Potter yang telah banyak memberikan kejutan kepada para pembacanya. Bukan hanya bagaimana Dumbledore, penyihir terkuat, dengan segala tindakannya telah memberi kita petunjuk dalam buku ini, tetapi juga fakta mengenai Severus Snape yang diungkapkan. Saat Harry dan teman-temannya berjuang untuk menghancurkan horcrux (benda yang menyimpan jiwa Voldemort), klimaks dari cerita ini bahkan mengharuskan Harry bertarung dengan dirinya sendiri. Dengan kesadaran bahwa dirinya adalah sebagian dari jiwa Voldemort, Harry harus bertempur untuk hidupnya. Bagaimana kelanjutan cerita menegangkan ini? Buku ini sungguh hadir membawa suasana luar biasa! Pantas kita acungkan jempol untuk sang penulisnya.

Sumber : http://id.shvoong.com/books/novel/1664226-harry-potter-deathly-hallows-indonesian/

Advertisements

The History of Batik Indonesia


Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa….

Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur. Continue reading

Sebentar Lagi, Siswa SMP Dilarang Membawa HP


YOGYA (KRjogja.com) – Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana memberlakukan aturan baru bagi siswa SMP di wilayahnya untuk tidak membawa telepon genggam atau Hand Phone (HP) saat proses belajar mengajar di sekolah. Aturan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi efek buruk teknologi bagi siswa terutama peredaran gambar maupun video porno melalui HP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Syamsury mengungkapkan, penyalahgunaan teknologi di kalangan pelajar menimbulkan kekhawatiran tersendiri mengingat usia pelajar terutama jenjang SMP masih cenderung labil dalam menyikapi hal baru. Karena itu, pihaknya berupaya sebisa mungkin untuk melakukan langkah antisipasi dini.

“Kami berencana untuk melarang seluruh siswa SMP di kota Yogyakarta untuk membawa HP. Nantinya, di sekolah akan diberikan fasilitas telepon umum yang bisa digunakan siswa. Dalam hal ini, dinas pendidikan akan bekerjasama dengan pihak Telkom untuk penyediaan sarana prasarananya. Sedangkan untuk realisasinya masih akan dibicarakan lebih lanjut,” terangnya kepada KRjogja.com, Selasa (15/2).

Menurutnya, sasaran program awal tersebut memang difokuskan untuk anak usia SMP. “Ini dikarenakan anak SMP merupakan usia yang paling potensial untuk selalu ingin tahu terhadap hal-hal baru. Padahal secara psikologis dan kematangan, mereka masih sangat labil dan ingin menunjukkan jati diri. Sehingga perlu diberikan arahan dan perhatian lebih,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Yogyakarta, Suparno mengaku sangat menyambut positif program dari dinas tersebut. Menurutnya, SMPN 5 justru telah menjalankan program bebas telepon genggam itu sejak satu bulan lalu.

“Kami sudah memiliki 4 buah telepon umum yang merupakan hasil kerjasama dengan Telkom. Jika semua sekolah bisa mengikuti seperti demikian, maka tentunya ini sangat baik. Sebab diakui, para guru juga cukup merasa terganggu dan resah ketika anak lebih fokus kepada HP daripada pelajaran,” katanya.

Syamsuri menambahkan, selama ini siswa justru telah melupakan buku dan memilih memakai HP saat waktu luang. “Itulah yang coba kita atasi dimana kebetulan orang tua siswa juga banyak yang mengusulkan dan mendukung agar siswa tidak membawa HP ke sekolah. Terlebih menjelang ujian nasional, penggunaan HP juga sangat sensitif. Dan inilah yang akan terus kita pantau agar siswa lebih fokus belajar,” imbuhnya.

Sumber : http://www.tpmunas.edu.tc/