Sebentar Lagi, Siswa SMP Dilarang Membawa HP


YOGYA (KRjogja.com) – Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana memberlakukan aturan baru bagi siswa SMP di wilayahnya untuk tidak membawa telepon genggam atau Hand Phone (HP) saat proses belajar mengajar di sekolah. Aturan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi efek buruk teknologi bagi siswa terutama peredaran gambar maupun video porno melalui HP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Syamsury mengungkapkan, penyalahgunaan teknologi di kalangan pelajar menimbulkan kekhawatiran tersendiri mengingat usia pelajar terutama jenjang SMP masih cenderung labil dalam menyikapi hal baru. Karena itu, pihaknya berupaya sebisa mungkin untuk melakukan langkah antisipasi dini.

“Kami berencana untuk melarang seluruh siswa SMP di kota Yogyakarta untuk membawa HP. Nantinya, di sekolah akan diberikan fasilitas telepon umum yang bisa digunakan siswa. Dalam hal ini, dinas pendidikan akan bekerjasama dengan pihak Telkom untuk penyediaan sarana prasarananya. Sedangkan untuk realisasinya masih akan dibicarakan lebih lanjut,” terangnya kepada KRjogja.com, Selasa (15/2).

Menurutnya, sasaran program awal tersebut memang difokuskan untuk anak usia SMP. “Ini dikarenakan anak SMP merupakan usia yang paling potensial untuk selalu ingin tahu terhadap hal-hal baru. Padahal secara psikologis dan kematangan, mereka masih sangat labil dan ingin menunjukkan jati diri. Sehingga perlu diberikan arahan dan perhatian lebih,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Yogyakarta, Suparno mengaku sangat menyambut positif program dari dinas tersebut. Menurutnya, SMPN 5 justru telah menjalankan program bebas telepon genggam itu sejak satu bulan lalu.

“Kami sudah memiliki 4 buah telepon umum yang merupakan hasil kerjasama dengan Telkom. Jika semua sekolah bisa mengikuti seperti demikian, maka tentunya ini sangat baik. Sebab diakui, para guru juga cukup merasa terganggu dan resah ketika anak lebih fokus kepada HP daripada pelajaran,” katanya.

Syamsuri menambahkan, selama ini siswa justru telah melupakan buku dan memilih memakai HP saat waktu luang. “Itulah yang coba kita atasi dimana kebetulan orang tua siswa juga banyak yang mengusulkan dan mendukung agar siswa tidak membawa HP ke sekolah. Terlebih menjelang ujian nasional, penggunaan HP juga sangat sensitif. Dan inilah yang akan terus kita pantau agar siswa lebih fokus belajar,” imbuhnya.

Sumber : http://www.tpmunas.edu.tc/

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s